Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh Di Bumiayu

 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu
Perkebunan Teh Kaligua
Perkebunan teh Kaligua merupakan tempat wisata agro dataran tinggi yang terletak Kaligua di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, kab. Brebes, Jawa Tengah. Tepatnya di wilayah Brebes belahan Selatan. Wisata agro Kaligua dikelola oleh PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) Jawa Tengah dan merupakan diversifikasi perjuangan untuk

meningkatkan optimalisasi aset perusahaan dengan daya dukung potensi alam yang indah. Hasil pengolahan perkebunan teh Kaligua ialah berupa produk hilir teh hitam (black tea) dengan brand “Kaligua” dalam kemasan teh celup dan serbuk. Kaprikornus wisatawan yang berkunjung sanggup pribadi menikmati hangatnya teh hitam (black tea) Kaligua atau sanggup membeli sebagai oleh-oleh.seperti terlihat pada gambar:

Aksesibilitas Lokasi wisata agro Kaligua terletak sekitar 10 kilometer dari arah kota Kecamatan Paguyangan, atau sekitar 15 kilometer dari Bumiayu. Jalur transportasi sanggup ditempuh melalui jalur utara via Brebes atau Tegal-Bumiayu-Kaligua, Cirebon-Bumiayu-Kaligua, dan jalur selatan via Purwokerto-Paguyangan-Kaligua. Jalur tersebut dilewati jalan utama Tegal-Purwokerto, sempurna masuk lewat pertigaan Kaligua, Kretek. Perjalanan mulai berkelok-kelok, dan naik-turun.
Geografis
 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu
Kebun Teh Kali Gua
Perkebunan teh Kaligua berada pada ketinggian 1200 - 2050 m dpl. Kondisi udara sanagt dingin, berkisar 8-22 C pada demam isu penghujan dan mencapai 4-12 C pada demam isu kemarau. Kaprikornus tidak heran kalau wilayah perkebunan teh ini hampir selalu diselimuti kabut tebal. Perkebunan teh tersebut terletak di lereng barat gunung Slamet (3432 m dpl)yang merupakan gunung tertinggi kedua di pulau jawa sehabis gunung Semeru. Dari salah satu tempat di perkebunan teh Kaligua kita sanggup menikmati keindahan puncak gunung Slamet dari dekat, yaitu puncak Sakub. Nah jikalau ke Kaligua maka sempatkanlah untuk menikmati keindahan panorama indah, sekaligus kita sanggup melihat keindahan gunung Ciremai, Tegal, dan Cilacap.


Sejarah Perkebunan Teh Kaligua


Perkebunan teh Kaligua merupakan warisan pemerintahan kolonial Belanda. Pabrik dibangun pada tahun 1889 untuk memproses pribadi hasil perkebunan menjadi teh hitam. Kebun ini dikelola oleh warga Belanda berjulukan Van De Jong dengan nama perusahaan Belanda John Fan & Pletnu yang mewakili NV Culture Onderneming. Sebagai penghargaan makam Van De Jong masih terawat hingga dikala ini di lokasi kebun Kaligua.

Konon pada dikala pembanguan pabrik, para pekerja membawa ketel uap dari Paguyangan menuju Kaligua ditempuh dalam waktu 20 hari. Peralatan tersebut dibawa dengan rombongan pekerja yang berjalan kaki naik sepanjang 17 km. Selama proses pengangkutan tersebut, para pekerja pada dikala istirahat dihibur oleh kesenian ronggeng Banyumas. Sampai kini setiap memperingati HUT pabrik Kaligua 1 Juni selalu ditampilkan kesenian tradisional tersebut.seperti terlihat pada gambar,

Konon perkebunan ini didirikan tahun 1899 oleh Cultuur Onderneming di Negeri Belanda. Untuk perwakilan di Indonesia ditunjuk Fan John Pletnu & Co yang berkedudukan di Jakarta. Salah seorang pengusaha berjulukan De Jong, kemudian ditunjuk untuk mengelola perkebunan teh dan pada tahun 1942 diambil alih oleh penjajah Jepang. Maka tak ayal, jikalau di lokasi perkebunan teh yang mencapai luas 607,25 Ha itu terdapat gua Jepang, tepatnya di Blok Sirah I yang berjarak satu kilometer dari Kantor Pusat Kebun Kaligua. Pasca kemerdekaan, pada 1958 perkebunan teh ini kemudian dikelola oleh Kodam VII/Diponegoro (kini Kodam IV) bekerja sama dengan PT Sidorejo, Brebes. Produknya 90% untuk ekspor dan 10% untuk lokal. Secara singkat, dalam perkembangan berikutnya, pada tahun 1996 melalui restrukturisasi perkebunan negara pengelolaan kebun teh diserahkan kepada PTP Nusantara IX. Di lokasi perkebunan juga terdapat makam-makam orang-orang yang membuka lokasi kebun antara lain Van Dee Jong, Mbah Joko, Aki Soka, dan Aki Waslim. Selain itu, terdapat mata air yang keluar dari terowongan gua yang disebut Tuk Bening. Konon berdasarkan cerita, sumber air ini menjadi cikal bakal nama Kaligua. Dipercayai sebagian penduduk setempat, air berasal dari mata air Kaligua sanggup menyebabkan pemakaianya abadi muda. (Emang bening banget, segar, sejuk, meresap di pori hingga ke tulang) sanggup untuk terapi kalau lagi pening jawaban stress. Nah semakin sering stress tersembuhkan, berarti mengurangi risiko mati mendadak dong...) mungkin itu logikaku...
 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu
Tuk Bening Kali Gua
Salah satu produk dari perkebuna teh tersebut ialah Teh Hitam, begitu sebutan produk pabrik teh milik PT Perkebunan Nusantara IX (Persero) yang terletak di lereng Gunung Slamet, tepatnya di Dusun Kaligua Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan, Brebes. Bila anda ingin melepas lelah, menghirup udara segar atau sekedar jalan-jalan bersama keluaarga barangkali perkebunan teh Kaligua ialah pilihannya. Pabrik teh Kaligua yang berada di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan bahari dan di sana anda akan sanggup harumnya teh tunggu apalagi. Kini telah tersedia Vila di sekitar lokasi pabrik teh. Aku paling suka memandang Vila Amarilis. Apalagi menempati barang semalam. Pasti bergumul dengan hirau taacuh dan gigil sepanjang malam. Selimuuutannnn dong.

Ultah Nanggap Ronggeng


Perkebunan teh Kaligua berdiri tahun 1879, pada tahun 1901 mengusung mesin yang pertama kali berupa ketel uap. Ditempuh dengan jalan kaki selama 20 hari dengan jarak 15 kilometer, diikuti oleh group ronggeng dengan gamelan yang dimaksudkan untuk menghibur pada pekerja yang kecapaian. Untuk mengakui kerjasama tersebut secara monumental, setiap ulang tahun pabrik teh Kaligua selalu melengkapi dengan program nanggap ronggeng yang didatangkan dari Jati Lawang Kabupaten Banyumas.

Sebagai tempat perkebunan yang terletak di Desa Pandansari Kecamatan Paguyangan Kabupaten Brebes Propionsi Jawa Tengah, juga mempunyai obyek wisata berupa panorama alam yang indah, sejuk, segar antara lain berupa situs pertapaan Gua Angin Barat, Petilasan Nyi Ronggeng, Mata Air Tuk Bening, Gardu Pandana, Puncak Sakup (Igir Sakub) yang berlokasi di ketinggian 2050 meter dari permukaan air bahari serta gua Jepang, makam Van De Jong, disamping pohon teh ajaib.

Sementara belahan operasional wisata agro Kebun Teh Kaligua Marjono menambahkan bahwa telah tersedia kemudahan untuk Out Bond Game, camping rombongan, sewa kendaraan keliling kebundan sewa gedung pertemuan, lapangan tenis serta 5 wisma penginapan untuk para pengunjung

Sejarah Singkat Kebun Kaligua PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero)

Perkebunan teh Kaligua merupakan warisan pemerintahan kolonial Belanda yang terletak di lereng sebelah barat kaki gunung Slamet, di desa Pandansari, Kec. Paguyangan, Kab. Brebes, Jawa Tengah Pabrik dibangun pada tahun 1889 untuk memproses pribadi hasil perkebunan menjadi teh hitam. Kebun ini dikelola oleh warga Belanda berjulukan Van De Jong dengan nama perusahaan Belanda John Fan & Pletnu yang mewakili NV Culture Onderneming.

Dalam perjalanan sesuai dengan kondisi sosial politik dan ekonomi Indonesia serta adanya gejolak perang dunia ke-2 tahun 1942 hingga diakuinya kedaulatan Republik Indonesia hingga dengan kini kebun Kaligua mengalami beberapa pergantian nama dan pengelolaannya, yaitu :


Periode Pengelola


1942-1948 Kebun Kaligua diambil alih oleh Jepang, banyak tanaman teh yang rusak dan diganti dengan aneka tanaman pangan
1951-1957 Dikelola perusahaan swasta dari Tegal, tetapi tidak dirawat alasannya ialah adanya gangguan keamanan berupa pemberontakan DI/TII
1958-1964 Dikelola KODAM VII Diponegoro bekerja sama dengan PT. Sidorejo Brebes dengan jadinya 90 % untuk ekspor dan 10% untuk lokal
1964-1968 Dikelola oleh Perusahaan Perkebunan Negara (PPN) aneka tanaman yang berkantor sentra di Semarang
1968-1972 Tanggal 16 April 1968 berubah nama menjadi PPN XVIII
1972-1975 Dengan PP No. 23 tahun 1972 PPN XVIII berubah nama menjadi PTP XVIII (Persero)
1995 Kebun Kaligua digabung dengan kebun Semugih (Kab. Pemalang) dan kantor adminstrasinya berkedudukan di Semugih
1996 Melalui restrukturisasi perkebunan-perkebunan Negara yang tertuang dalam PP No. 14 tahun 1996 tanggal 15 Pebruari 1996, pengelolaan Kebun Semugih Kaligua yang berada di bawah naungan PTP XVIII Persero) dirubah menjadi PT. Perkebunan Nusantara IX (Persero) yang berkantor sentra di Surakarta
1999 hingga kini Dengan SK Direksi No. PTPN IX.0/SK/149/1999.SM tanggal 1 Juli 1999 kebun Kaligua dipisah kembali dengan kebun Semugih dan pengelolaannya berdiri sendiri dengan pimpinan seorang Administratur. 

Kantor sentra berada di 2 tempat, yaitu
1. Divisi Tanaman Tahunan Jl. Mugas Dalam (Atas) Semarang
2. Divisi Tanaman Semusim Jl. Ronggowarsito No. 164 Surakarta

Sejarah Gua Jepang


Merupakan gua peninggalan Jepang dengan ukuran panjang 1 km dan lebar 1,5 meter perkebunan teh yang cukup luas di sebelah timur, tampak verbal gua, tidak sulit untuk menemukan gua Jepang, alasannya ialah terdapat papan penunjuk arah yang akan menuntun kita menuju tempat ini.

 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu
Pintu Masuk Gua Jepang
Gua Jepang dibangun pada tahun 1941 hingga 1942 oleh Jepang dengan mempekerjakan masyarakat

setempat. Jepang mewajibkan perwakilan perjaka dari desa terdekat untuk membangun gua, kerja paksa tersebut dinamakan dengan Romusha. Pemuda yang diwajibkan Romusha antara lain dari desa Kaligua, Kalikidang, Gronggongan, Taman, dan Pandansari. Pekerjaan ini sangat melelahkan dan imbalannya tidak sebanding dengan keringat yang diteteskan. Mereka hanya dibayar 5 sen sehari, tanpa makan dan minum bahkan tidak ada waktu istirahat.
Gua Jepang dibangun dengan tujuan untuk melindungi Jepang dari serangan musuh. Selain membangun gua, Jepang juga melaksanakan acara semacam perdagangan yang disebut Delimit. Delimit ialah pembelian barang dari para petani dengan harga yang sangat murah. Para petani dipaksa untuk menjual hasil panen kepada Jepang dengan harga yang sudah ditentukan oleh pihak Jepang. Delimit ini sangat merugikan bagi para petani. Hasil panen yang sudah dibeli dengan cara delimit ditimbun oleh Jepang di dalam gua sebagai cadangan makanan jikalau sewaktu-waktu musuh menyerang.
Setelah Indonesia merdeka, kemudian timbunan makanan dan pakaian di dalam gua diambil para petani yang sudah dirugikan. Untuk mengenang tersebut warga setempat menjaga keutuhan gua tersebut, dan hingga kini masih berdiri kokoh dan dinamakan Gua Jepang. Sekarang tempat tersebut menjadi salah satu obyek wisata di Kaligua. Jika ada pengunjung yang ingin masuk ke dalam gua harus diantar oleh seorang pemandu.
 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu

FASILITAS

Kawasan wisata agro Kaligua memperlihatkan banyak pilihan untuk wisata. Sebab, terdapat beberapa situs wisata menarik yang berada di seputaran Kaligua. contohnya Gua Jepang, Tuk Bening, Gua Angin, Makam Pendiri kebun Van De Jong. Beberapa vila milik perkebunan sanggup dimanfaatkan oleh pengunjung yang ingin bermalam. Kawasan perkebunan teh Kaligua, selain menarik untuk sarana wisata keluarga, juga sangat cocok untuk refreshing bagi orang kota yang setiap hari disibukkan oleh rutinitas kerja. Untuk melayani wisatawan, pihak perkebunan menyediakan kemudahan homestay (penginapan) yang cukup baik.

Fasilitas ; penginapan, wisma Flamboyan (6 kamar),Wisma Dahlia (3 kamar), Wisma Kenanga (2 kamar),Wisma Anggrek (2 kamar), Gedung Pertemuan, Areal Camping,Areal outbond, Gazebo, Lapangan Sepak Bola, Lapangan Tenis, Lapangan Volley, Tennis Meja & Billyard, Tea & Coffee corner (kafe), Hiburan Musik Orgen Tunggal, Jasa Layanan Teh & Catering, Pusat Layanan Kesehatan, Sarana Ibadah
Penunjang
Tak jauh dari lokasi tersebut, di sekitar Pandansari, terdapat sebuah tempat wisata yang tergolong langka. Yakni, sebuah telaga yang dihuni jutaan ikan lele jinak (Telaga Ranjeng). Lokasi telaga itu berada di tengah hutan lindung dan masih berada dalam pengawasan Cagar Alam Nasional.

Paket Wisata :

1. Wisata Edukasi/ilmiah ; perkebunan teh, budiadaya, persiapan benih, pemeliharaan, panen, pengolahan pabrik, produk siap seduh. Umumnya para pelajar dan mahasiswa sering berkunjung ke Pabrik untuk melihat pribadi budidaya teh dan proses pengolahan teh.
2. Wisata Rekreasi Keluarga (Family gathering) dilengkapi taman bermain anak, kolam renang air hangat untuk anak-anak. Umumnya pada hari libur nasional dan hari ahad banyak yang berkunjung ke kebun teh dan danau renjeng.

3. Wisata historis/budaya.
4. Wisata Petualangan ; permainan & outbond sanggup juga sebagai pos awal pendakian menuju gunung Slamet. Setiap demam isu liburan sekolah banyak para siswa yang mengadakan acara kemah, sekaligus outbound. Disamping itu karyawan perusahaan swasta di wilayah Brebes, Tegal, Cirebon, dan Purwokerto juga mengadakan corporate gathering. Perusahaan swasta besar dari Jakarta juga pernah mengadakan pertemuan di kebun Kaligua
5. Wisata bisnis ; MICE (Meeting, conference, incentif, exhibition)
6. Wisata kebun (stroberi, kubis, kentang, tanaman hias)
7. Wisata olahraga (tennis, sepak bola, bola voli, billyard)
Keadaan Umum Kebun Kaligua
Kebun Kaligua terletak di antara 108,30’ – 109,30’ Bujur timur dan 6,30’-7,30’ Lintang Selatan. Memiliki topografi landai, miring hingga berbukit-bukit, suhu udara minimum 2º C, suhu udara maksimum 31º C, suhu udara rata-rata 18ºC, dengan curah hujan yang cukup tinggi.

Kebun Kaligua merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian berkisar 1500 m – 2050 m dpl. Beriklim lembab dengan kelembaban sekitar 70-90%. Jenis tanah andosol yang gampang menyerap air dengan keasaman tanah (PH) normal 4,5-5,5.

Jarak dari Kebun Kaligua ke Beberapa Kota Sekitarnya
1. Kaligua – kota kecamatan Paguyangan 18 km
2. Kaligua – Bumiayu 20 km
3. Kaligua – kab. Brebes 95 km
4. Kaligua – Purwokerto 50 km
5. Kaligua – Semarang 264 km

Foto Kali Gua Lainnya 

 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu
Add caption

 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu
Add caption
 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu
Add caption
 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu
Add caption

 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu
Add caption
 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu


 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu

 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu

 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu
Add caption
 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu
Rizky Andrian Pratama

 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu

 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu
Add caption
 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu
Siti Fakhira Narima Putri

 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu

 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu
 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu
 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu
 Naharoh Fitriani Putri Indi Febri Yahna Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh di Bumiayu
Pulang

Sumber http://www.duniakata.com

0 Response to "Kali Gua Keindahan Wisata Kebun Teh Di Bumiayu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel